Rabu, 22 Desember 2010

Cara menggerakkan kursor tanpa mouse

Kesel juga sih kalau mouse tiba2 macet jadi bingung gimana mau geser tu kurso, tenang.... ada solusinya kok dari dari pada ganti mouse ato nge restart kompi. berikut tipsnya  :
1.Tekan tombol Alt sebeleh kiri + Shift sebelah kiri + NumLock ( untuk memunculkan windows mousekeys )
2.Lalu muncul 3 pilihan OK utk mengaktifkan cancel tuk membatalkan atau setting tuk mengatur beberapa settingan.
untuk menggerakkannya gunakan tombol angka 1,2,3,4,5,6,7,8 dan angka 9 digunakan untuk menggerakkan kursor ke atas, bawah, samping kanan/kiri dan arah diagonal, sedangkan tombol angka 5 berfungsi sebagai tombol klik pada mouse dan untuk drag & drop menggunakan kombinasi angka dengan tombol "Insert

Selengkapnya...

Sabtu, 23 Oktober 2010

Shortcut key Microsoft Excel

Ada bebera Shortcuat key di excel untuk mempermudah kerja kita diantaranya

No    Shortcut  Deskripsi
1. Ctrl + A Memiilih / menyeleksi seluruh isi dari worksheet . (select all)
2. Ctrl + Arrow key   Pindah ke bagian berikut teks.
Selengkapnya...

Sabtu, 16 Oktober 2010

tips agar komputer tidak bisa di instal program lagi

Bagi anda pemilik komputer yang di pakai banyak orang tentu tidak ingin komputernya di instal program yang tidak anda inginkan oleh orang lain,hal ini bisa di cegah melalui pengaturan di control panel
caranya klik start-klik kontrol panel pilih performance and maintenence-Administrative Tool-klik 2x Service lalu cari windows Instaler- lalu pilih Disable pada kolom Starup Type. Selengkapnya...

Sabtu, 10 Juli 2010

Cara menghilangkan / Me-nonaktifkan Pop Screen Telkomsel

Bagi anda pengguna kartu As dan Simpati yang merasa terganggu dengan munculnya pesan PopScreen, karena frekuensi munculnya Pop Screen itu trus kalau kepencet ok/baca ludes deh pulsa 1000.
berikut tips untuk menghilangkannya :
Masuk ke menu Telkomsel-PopScreen-Aktifasi-Non aktifkan
akan muncul tulisan "sending message/mengirim pesan" tunggu saja sampai muncul "Layanan di Non aktifkan "

Semoga membantu

Sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2688064 Selengkapnya...

Sabtu, 10 April 2010

Demam Bukan Musuh Yang Harus Diperangi

Demam pada anak sering menimbulkan fobia tersendiri bagi banyak orang tua. Keyakinan untuk segera menurunkan panas ketika anak demam sudah melekat erat di benak orangtua. Demam diidentikkan dengan penyakit, sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas badan.
Keinginan untuk menenangkan kegelisahan orang tua inilah yang terkadang “memaksa” dokter memberikan obat penurun panas walaupun sebenarnya mungkin tidak perlu. Selain itu tak dapat dipungkiri bahwa dokter yang gemar melakukan pengobatan “ala koki” (meminjam istilah Dr. Paul Zakaria da Gomez- ahli imunologi) masih kerap dijumpai. Seperti halnya makanan yang kurang manis ditambah gula, kurang asin ditambah garam, begitu pula pengobatan “ala koki” dilakukan. Apa pun penyebabnya, penderita panas badan langsung dicekoki obat penurun panas tanpa memastikannya terlebih dulu.Apakah memberikan obat penurun panas ketika anak demam merupakan suatu hal yang salah? Bukankah bila demam tidak diturunkan akan menimbulkan kerusakan pada otak? Bukankah pemberian obat penurun panas menyebabkan anak terhindar dari kejang demam (stuip), membuat anak merasa lebih nyaman dan meningkatkan nafsu makan? Hal-hal seperti itulah yang sering terdengar mengenai demam dan banyak didengung-dengungkan di berbagai media iklan. Alhasil demam semakin menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua, dan memperkuat keyakinan orangtua untuk buru-buru menurunkan panas ketika anak demam.
Namun sesungguhnya para ahli menyatakan bahwa pendapat-pendapat tersebut hanyalah mitos belaka karena tidak semua dapat dibuktikan kebenarannya. Keberadaan demam justru berperan penting dalam proses penyembuhan penyakit. Bahkan pemberian obat penurun panas ketika anak demam (baik aspirin, paracetamol/acetaminophen maupun ibuprofen) terbukti lebih banyak menimbulkan dampak negatif ketimbang positif.
Sebelum mengetahui lebih lanjut dampak-dampak tersebut, harus dipahami terlebih dahulu bahwa terjadinya demam ketika seorang anak mengalami infeksi bukanlah suatu kesalahan. Tuhan memang sudah memberikan demam sebagai reaksi alamiah tubuh terhadap adanya infeksi. Sehingga ketika seorang anak mengalami infeksi, keberadaan demam semestinya disyukuri, bukan ditakuti atau diperangi karena hal ini merupakan pertanda bahwa mekanisme pertahanan tubuh sedang bekerja untuk melawan penyakit. Demam memang tidak hanya dapat disebabkan oleh infeksi, bisa saja terjadi karena pencetus lain seperti reaksi transfusi, tumor, imunisasi, dehidrasi , dan lain sebagainya. Tetapi pada anak umumnya demam terjadi karena suatu infeksi kuman, entah itu virus maupun bakteri.
Mengapa reaksi alamiah tubuh ini harus disyukuri? Berbagai literatur menyebutkan bahwa komponen-komponen sistem kekebalan tubuh, seperti sel darah putih (leucocyt) dan lymphocyt (salah satu jenis sel darah) akan bekerja lebih baik melawan kuman dalam keadaan suhu tubuh yang meningkat ketimbang suhu tubuh normal. Artinya, menurunkan suhu tubuh ketika anak demam justru akan melemahkan sistem kekebalan tubuhnya.
Saat demam terjadi, pergerakan dan aktivitas sel-sel darah putih meningkat, serta terjadinya perubahan bentuk lymphocyt dapat membunuh bakteri maupun virus yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, jumlah interferon, yang merupakan salah satu substansi antivirus dan antikanker dalam darah, juga akan meningkat dengan adanya demam. Teori tersebut juga didukung oleh sebuah penelitian di laboratorium, pada binatang yang sengaja diinfeksi oleh suatu penyakit. Ternyata dengan meningkatnya suhu tubuh binatang-binatang yang terinfeksi itu, angka kelangsungan hidup mereka semakin meningkat. Sebaliknya dengan menurunkan suhu tubuh ketika terjadi infeksi, malah meningkatkan angka kematian binatang-binatang tersebut.
Hylary Buttler, seorang peneliti dari New Zealand telah mengumpulkan kutipan-kutipan dari berbagai literatur kedokteran yang membuktikan bahwa demam memang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ketika terjadi infeksi. Sebaliknya pemberian obat penurun panas seperti paracetamol/acetaminophen, aspirin dan ibuprofen malah memberikan pengaruh negati.
Dalam salah satu kutipan itu disebutkan bahwa pemberian obat penurun panas untuk menurunkan demam akan meningkatkan angka kematian dan kesakitan selama infeksi. Pemberian acetaminophen dinyatakan juga dapat menginduksi terjadinya pneumonia. Selain itu semakin sering memberikan obat penurun panas pada anak dengan penyakit infeksi, ternyata malah akan memperparah dan memperpanjang masa sakitnya. Fakta lain yang lebih penting menginformasikan bahwa obat penurun panas dapat memberikan gejala palsu. Penderita demam yang disangka sedang dalam masa penyembuhan karena panasnya sudah turun, ternyata luput dari observasi dan mengakibatkan penyakitnya berlanjut semakin buruk akibat pemberian obat penurun panas.
Walaupun belum dinyatakan kebenarannya, namun Dr. Torres, seorang peneliti senior dari Biomedical Utah State University, memberikan teori baru mengenai penyebab potensial merebaknya kasus autism belakangan ini. Demam yang dihambat dengan pemberian obat penurun panas pada ibu hamil dan anak-anak kecil, dikatakan terlibat sebagai biang kerok terjadinya autism dan neurodevelopmental disorders. Pada akhirnya kerugian pemberian obat penurun panas ini tentu saja berhubungan dengan biaya pengobatan yang seharusnya tidak perlu dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih penting.
Lalu bagaimanakah dengan kebenaran mitos-mitos yang sudahmendarah daging diyakini para orang tua? Dalam bukunya “How To Raise A HealthyChild in Spite of Your Doctor” Dr. Robert Mendelsohn yang juga seorang dokterspesialis anak mengatakan, demam tinggi bukanlah penyebab kejang demam. Kejangdemam muncul ketika suhu badan meningkat dengan kecepatan yang sangat tinggidan hal ini umumnya jarang terjadi. Hanya 4 % anak-anak dengan demam tinggiyang demamnya berhubungan dengan kejang. Tidak ditemukan pula bukti-bukti yangmenyatakan bahwa setelah kejang demam mereka kemudian mengalami efek serius.Anggapan bahwa pemberian obat penurun panas akan mengurangi kejadian kejangdemam pun tidak didasari oleh bukti yang nyata. Karena itu memberikan obatpenurun panas kepada semua anak yang mengalami demam, hanya akibat 4% kejadiankejang demam, bukanlah hal yang rasional.

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/17/hikmah/lainnya02.htm


Selengkapnya...

Sabtu, 09 Januari 2010

TIPS JIKA NGALAMIN FILE NTLDR IS MISSING

sebenarnya ini adalah pengalaman pribadi gue yg msh awam tentang komputer.
waktu dulu saya pernah ngalamin komputer saya pas waktu dihidupkan windows nya gak jalan yang muncul adalah file ntldr is missing,karna waktu itu gue msh awam tentang komputer ya gue bawa aja ke tukang servis. Eh gak taunya sampe disana Hardisk komputer gue di cabut trs di gandeng ke komputer lain lalu tinggal copy file ntldrnya ke HD gue selesai deh bagus lagi komputer gue.... Selengkapnya...